Minggu, 07 Juni 2020



PERBANDINGAN SENILAI DAN PERBANDIGAN BERBALIK NILAI

Dalam pembelajaran matematika dimana terdapat mengenai mateti perbanmdingan yang dimana perbandingan ini merupakan suatu materi yang berkaitan dengan golongan aritmatika. Maka dari itu perbandingan ini adalah merupakan perbandingan antara dua objek yang memiliki besaran yang sejenis dan memiliki satuan yang sama baik dan jumlah maupun ukuran.

Baik buat teman-teman dimana tadi judul besarkita itu adalah mengenai perbandinagn senilai dan perbandingan berbalik nilai maka kita akan menjelaskan mengenai apa itu perbandingan senilai dan berbailik nilai setelah kita mengetahui apa maksud dari perbandingan tersebut.

Dimana perbandingan senialai adalah suatu perbandingan dua objek atau lebih yang memiliki suatu nilai dimana, nilai tersebut adalah nilai dari variabel, dimana apabila salah satu nilai dari variabel tersebut bertambah maka membuat nilai variabel lainnya juga bertambah.maka dapat kita pahami bahwa perbandingan senilai itu mepunyai jumlah nilai yang sama.



                 a1/b= a2/b2
Adapun rumus umum yang digunakan dalam perbandingan senilai tersebut adalah seperti berikut:





Selanjutnya masuk mengenai perbandingan berbalik nilai. Adalah suatu upaya membandingakan dua objek atau lebih, yang memiliki nilai variabel, dimana apabila salah satu dari nilai variabel itu bertambah maka nilai variabel lainnya berkurang, maka dikata simpulkan baha nilai variabel dari perbandingan berbalik nilai itu tidak sama.

a1/b2 = a2/b1Adapu rumus umum yang digunakan dalam perbandingan berbalik nilai tersebut adalah:


           


SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ( SLPDV)
Pengertian dari SLPDV adalah suatu himpunan yang berpasangan dari dua nialai peubah X atau Y  yang saling berhubungan. Variabel merupakan suatu nilai yang dimana nilai itu sendiri dapat berubah-ubah, dan dimana persamaan linier itu merupakan suatu persamaan yang memiliki suatu variabel yang berpangkat paling tinggi yaitu 1 ( satu ) .
Maka dapat disimpulkan dengan pengertian sebelumnya baha persamaan sistem linier dua variabel itu adalah merupakan suatu sistem yang mempunyai dua persamaan dan dua variabel. Dimana yang harus kita ketahui juga baha sistem persamaan linear memiliki kompen yang terlibat seperti:
a.       Variabel
b.      Koefisien
c.       Konstanta
Dimana variabel adalah suatu nilai yang dapat berubah-ubah, kan koefisien juga adapat kita ketahui merupakan bilangan yang berada tepat di depan variabel, adapun dengan pengertian dari konstanta sendiri adalah bilngan yang tidak diikuti oleh variabel.
    
         

persamaan linear
pangkat tingginya satu   



3x + 2y = 12 

 


3 & 2 → koefisien
x & y → variabel
12 → konstanta 



Adapun metode- metode yang umum digunakan dalam menyelesaikan mengenai sistem persamaan linear dua variabel ( SLPDV ), adalah
a.       Metode Substitusi
b.      Metode Eliminasi
c.       Metode Gabungan
d.      Metode Grafik.


Fungsi komposi
Yaitu uatu operari dari dua fungsi yang yang akan melahirkan fungsi baru, dimana dua fungsi tersebut yaitu f(x) dan g(x). Adapun simbol dari fungsi komposisi ini adalah “o” dimana bisa kita artikan sebagi bundaran maupun komposisis. Dan dimana fungsi baru yang dimaksud dari penjelasan diatass adalah sebagai berikut:
1.      (f o g) = f (g(x) )
Dimana maksudnya adalah dimana fungsi dari g dipetakan/ dimasukkan kedalam fungsi f.
2.      (g o f) =  g (f (x))
Dimana maksudnya adalah dimana fungsi f dipetakan/ dimasukan kedalam fungsi g.
Adapun sifat-sifat dari fungsi komposisi itu adalah :
1.      ( f o g )(x)  ( g o f ) (x), yaitu maksud dari sifat ini tidak adanya berlaku sifat komutatif
2.     Akan bersifat asosiatif.
3.      Apabila fungsi identitas  I (x), maka akan berlaku
( f o I )(x) = (f (x)).
Maka adapun contoh dari fungsi komposisi:
Soal 1
            Jika diketahui f(x) = 5x + 9 dan g(x) = 6x berapa nilai dari (f o g ) ( 10 )?
Jawab:
( f o g ) (x) = f ( g (x) )
= 5(6x) + 9
= 30x + 9
Maka untuk hasil dari ( f o g ) (10)
= 30 (10) + 9
=300 + 9
= 309
Soal 2
Jika diketahui nilai dari ( f o g ) (x) =  2x2 – 10 x + 14 dan g (x) = x – 4
Jawab:
Dimana (f o g) = f (g(x) )
Maka
f ( g (x) ) = 2x2 – 10 x + 14
x – 4 disini kita menggunakan permisalan
mis;
x – 4 = y
x = y + 4
kemudian
f ( y ) = 2 (y + 4)2 – 10 (y + 4) + 14
= 2 ( y2 + 8y + 16) – 10y – 40 + 14
= 2y2 +16y + 32 – 10y – 40 + 14
f (y) =  2y2 + 6y + 6
f (x) = 2x2 + 6x + 6.




Kamis, 20 Februari 2020

kubus

http://matematikapelita.blogspot.com/p/kubus-dan-balok.html
Pengertian Kubus 
Kubus itu bangun ruang sisi datar yang semua sisinya berbentuk persegi dan semua rusuknya sama panjang. Ingat ya Squad, semua sisinya persegi dan semua rusuknya sama panjang.
Contoh benda kubus yang ada di sekitar kita ya seperti rubik, dadu, kardus, brankas, dan lain-lain.

contoh gambar dadu yang biasa dimainkan waktu masa anak-anak. 
 Dadu bentuknya juga kubus
Unsur - unsur Kubus :

Luas Permukaan
Rumus yang digunakan

Luas A =  s x  s
Luas B =  s x  s
Luas C =  s x  s
Luas D =  s x  s
Luas E =  s x  s
Luas F =  s x  s
Maka,  luas permukaan kubus   = LA + LB + LC + LD + LE + LF
                                                  = 6 x ( s x s )
           Luas Permukaan Kubus = 6 x s²

Kamis, 13 Februari 2020

Perbandingan senilai

Perbandingan senilai dipelajari pada bangku smp yang terdapat pada semester genap pada BAB I